Hotspot adalah suatu istilah bagi
sebuah area dimana orang atau user bisa mengakses jaringan internet, asalkan
menggunakan PC, laptop atau perangkat lainnya dengan fitur yang ada WiFi
(Wireless Fidelity) sehingga dapat mengakses internet tanpa media kabel.
Hotspot biasanya ditemukan di
bandara, toko buku, cafe, mall, hotel, rumah sakit, perpustakaan, restoran,
supermarket, stasiun kereta api, dan tempat umum lainnya. Selain itu, banyak
juga sekolah dan universitas yang menyediakan fasilitas hotspot untuk
siswa/mahasiswa mereka.
Banyak hotel di seluruh dunia
termasuk di Indonesia menyediakan fasilitas hotspot untuk tamu mereka, atau
cafe yang menyediakan hotspot sebagai layanan tambahan untuk kenyamanan
pelanggan mereka, atau perusahaan yang menyediakan hotspot di area tertentu
untuk tujuan komersial, misalnya saja Wifi.id milik telkom.
Sejarah Hotspot
Konsep hotspot pertama kali
diusulkan oleh Henrik Sjödin saat konferensi NETWORLD + Interop di Moscone
Center di San Francisco pada bulan Agustus 1993. Namun pada waktu itu, Sjödin
tidak menggunakan istilah “hotspot” tetapi disebut wireless local area networks
(wireless LANs) yang dapat diakses oleh publik.
Perusahaan komersial pertama yang
mencoba membuat public local area access network adalah sebuah perusahaan yang
didirikan di Richardson, Texas yang juga dikenal sebagai PLANCOM (Public Local
Area Network Communications).
Para pendiri perusahaan, Mark
Goode, Greg Jackson, dan Brett Stewart membubarkan perusahaan pada tahun 1998,
sedangkan Goode dan Jackson menciptakan MobileStar Networks.
Perusahaan tersebut merupakan
salah satu yang pertama dalam menandatangani lokasi-lokasi akses publik seperti
Starbucks, American Airlines, dan Hilton Hotel.
Perusahaan ini kemudian dijual ke
Deutsche Telecom pada tahun 2001, dan namanya diubah menjadi “T-Mobile
Hotspot”. Saat itulah istilah “hotspot” menjadi populer sebagai acuan untuk
lokasi di mana Wireless LAN tersedia untuk diakses oleh publik, agar terhubung
ke internet.
Jenis Hotspot
Ada beberapa jenis Hotspot di area-area
tertentu yang biasa anda gunakan, yaitu:
Free Hotspot
Ini merupakan jenis hotspot
dimana publik dapat mengakses jaringan dengan bebas. Fasilitas free hotspot
biasanya disediakan sebagai fasilitas tambahan untuk pelanggan hotel, Cafe dan
usaha-usaha lainnya. Free hotspot juga kadang dipasang semi permanen di acara
pameren komputer atau konferensi/seminar komputer.
Pada kasus ini, admin sebagai
orang yang mengontrol jaringan menonaktifkan persyaratan otentikasi
(authentication requirements) dan membuka koneksi jaringan sehingga siapapun
bisa mengakses jaringan tersebut.
Hotspot Berbayar
Untuk menggunakan Hotspot
Berbayar, Anda harus membayar sewa hotspot langsung ke pemilik gedung, biasanya
di ruangan hotel, restoran, atau kedai kopi.
Tidak semua Hotel, Cafe atau
perusahaan mampu memberikan layanan internet secara gratis. Karena itulah,
mereka biasanya mengambil kebijakan untuk menyediakan layanan hotspot berbayar
kepada pengguna untuk menutupi biaya layanan internet yang mereka sewa dari
Internet Service Provider (ISP).
Hotspot Berbayar ke Operator WiFi
Hotspot
Jenis Hotspot berbayar ini
seperti Boingo, iPASS Operator WiFi HotSpot ini merupakan jaringan
internasional yang memiliki banyak pengguna mobile secara internasional. Jenis
HotSpot ini biasanya sangat diminati oleh orang-orang yang sering bepergian
jauh bahkan ke luar negeri seperti traveler atau pengusaha yang sering
melakukan bisnis di luar negeri.
Tentunya sebuah Hotspot dapat
merupakan gabungan dari beberapa jenis Hotspot menjadi satu kesatuan, tidak
harus menyediakan hanya satu jenis saja. Jadi bisa saja, HotSpot berbayar ke
pemilik gedung dan berbayar ke operator WiFi Hotspot di operasikan pada sebuah
Hotspot, jadi bagi pengguna biasa yang tidak berlangganan ke iPass dapat tetap
menggunakan dengan membayar biayanya ke pemilik gedung.
Ancaman Keamanan
Saat ini, Hotspot semakin banyak
tersedia tempat-tempat umum, tetapi setiap kali komputer terhubung ke suatu
Hotspot, akan mengancam keamanan komputer itu sendiri. Hotspot merupakan
jaringan tebuka yang tidak terenkripsi, sehingga ketika komputer terhubung ke
suatu jaringan hotspot, seorang hacker dapat memata-matai jaringan hotspot
tersebut lalu mencuri data penting yang dikirim oleh komputer pengguna.
Dari kebanyakan isu, biasanya
data penting yang dicuri adalah username dan password yang digunakan saat login
ke suatu website menggunakan jaringan hotspot tersebut. Namun apapun yang
dikirim lintas jaringan berpotensi untuk di amati pihak ketiga, seperti nomor
kartu kredit dan komunikasi personal.
Dalam beberapa kasus, update
aplikasi, add ons dan program secara otomatis dibelakang layar, terkadang malah
mengelabui pengguna dengan cara menginstal program-program berbahaya.
Tips agar Aman Menggunakan
Jaringan Publik (Hotspot)
Setelah mengetahui pengertian
hotspot, fungsi dan ancaman keamana yang dapat ditimbulkan bagi komputer,
Berikut tips agar komputer dan data anda tetap aman meskipun menggunakan
jaringan publik.
Gunakan https
Mengenkripsi komunikasi antara
komputer dan situs yang dikunjungi merupakan salah satu cara untuk menjaga
privasi dan keamanan. Jadi, saat mengakses internet melalui jaringan publik,
pastikan situs yang Anda kunjungi URL-nya menggunakan “https://”. Karena website
yang menggunakan protokol https akan mengenkripsi data Anda sebelum dikirim.
Teks https pada url menunjukkan
bahwa website tersebut menggunakan SSL (Secure Sockets Layer). Selain teks
https pada url, Anda juga akan melihat ikon gembok pada address bar di browser,
ini menunjukkan bahwa SSL sedang aktif. Dengan enkripsi SSL, informasi yang
anda kirim dan terima akan aman dan tak terbaca orang lain.
Pakai VPN (Virtual Private
Network)
Sayangnya, tidak semua website
menggunakan SSL. Masih banyak website yang sangat rentan dimata-matai oleh
hacker atau orang lain yang tak bertanggung jawab karena tidak menggunakan
teknologi keamanan standar.
Jika ingin memastikan data anda
dienkripsi, tidak peduli situs apa yang Anda kunjungi atau aplikasi mobile apa
yang Anda gunakan, Anda bisa mengandalkan VPN.
Layanan VPN memungkinkan Anda
melakukan semua aktivitas di Internet melalui jalur yang aman sehingga privasi
pun terjaga. Ada banyak layanan VPN yang bisa dicoba, seperti VPN Shield, Cyber
Ghost, Private Internet Access dan TunnelBear.
Pastikan Software Up-to-date
Pastikan sistem operasi dan web
browser yang Anda gunakan selalu di-update dengan versi terbaru. Gunakan juga
password yang kuat dan unik untuk setiap akun yang Anda miliki agar akun tak
mudah ditebak atau di-crack.
Menggunakan software antivirus
yang up-to-date juga sangat disarankan. Software ini nantinya dapat
mengeluarkan peringatan (alert) jika komputer Anda disusupi saat terhubung ke
jaringan yang tidak aman. Sebuah peringatan akan muncul jika ada virus
menyusupi komputer Anda atau ada aktivitas lain yang mencurigakan.
Matikan Fitur Sharing
Saat berada di rumah, Anda dapat
berbagi file, printer, atau melakukan remote login dari komputer lain pada
jaringan Anda. Namun ketika menggunakan jaringan publik di luar rumah,
sebaiknya ubah settingan sharing menjadi Off, karena jika tidak siapa pun dapat
mengaksesnya, bahkan mereka tidak perlu menjadi seorang hacker.
Aktifkan Firewall
Kebanyakan sistem operasi saat
ini sudah dilengkapi dengan fitur Firewall. Dengan mengaktifkan fitur ini, maka
komputer akan susah dimonitor atau disusupi oleh orang lain.
Wi-Fi
Dari Wikipedia bahasa Indonesia,
ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasiLoncat ke
pencarian
Logo Wi-Fi
Wi-Fi (/[unsupported input]ˈwaɪfaɪ/,
juga ditulis Wifi atau WiFi) adalah sebuah teknologi yang memanfaatkan
peralatan elektronik untuk bertukar data secara nirkabel (menggunakan gelombang
radio) melalui sebuah jaringan komputer, termasuk koneksi Internet berkecepatan
tinggi. Wi-Fi Alliance mendefinisikan Wi-Fi sebagai "produk jaringan
wilayah lokal nirkabel (WLAN) apapun yang didasarkan pada standar Institute of
Electrical and Electronics Engineers (IEEE) 802.11".[1] Meski begitu,
karena kebanyakan WLAN zaman sekarang didasarkan pada standar tersebut, istilah
"Wi-Fi" dipakai dalam bahasa Inggris umum sebagai sinonim
"WLAN".
Sebuah alat yang dapat memakai
Wi-Fi (seperti komputer pribadi, konsol permainan video, telepon pintar,
tablet, atau pemutar audio digital) dapat terhubung dengan sumber jaringan
seperti Internet melalui sebuah titik akses jaringan nirkabel. Titik akses
(atau hotspot) seperti itu mempunyai jangkauan sekitar 20 meter (65 kaki) di
dalam ruangan dan lebih luas lagi di luar ruangan. Cakupan hotspot dapat
mencakup wilayah seluas kamar dengan dinding yang memblokir gelombang radio
atau beberapa mil persegi — ini bisa dilakukan dengan memakai beberapa titik
akses yang saling tumpang tindih.
"Wi-Fi" adalah merek
dagang Wi-Fi Alliance dan nama merek untuk produk-produk yang memakai keluarga
standar IEEE 802.11. Hanya produk-produk Wi-Fi yang menyelesaikan uji coba
sertifikasi interoperabilitas Wi-Fi Alliance yang boleh memakai nama dan merek
dagang "Wi-Fi CERTIFIED".
Wi-Fi mempunyai sejarah keamanan
yang berubah-ubah. Sistem enkripsi pertamanya, WEP, terbukti mudah ditembus.
Protokol berkualitas lebih tinggi lagi, WPA dan WPA2, kemudian ditambahkan.
Tetapi, sebuah fitur opsional yang ditambahkan tahun 2007 bernama Wi-Fi
Protected Setup (WPS), memiliki celah yang memungkinkan penyerang mendapatkan
kata sandi WPA atau WPA2 router dari jarak jauh dalam beberapa jam saja.[2]
Sejumlah perusahaan menyarankan untuk mematikan fitur WPS. Wi-Fi Alliance sejak
itu memperbarui rencana pengujian dan program sertifikasinya untuk menjamin
semua peralatan yang baru disertifikasi kebal dari serangan AP PIN yang keras.
Daftar isi
1 Sejarah
1.1 Nama
1.2 Sertifikasi Wi-Fi
2 Penggunaan
2.1 Akses Internet
2.1.1 Wi-Fi kota
2.1.2 Wi-Fi kampus
2.2 Komunikasi langsung antarkomputer
3 Spesifikasi
4 Wi-fi
Hardware
4.1 Wireless network adapter
4.2 WiFi repeater dan extender
4.3 Antena WiFi
5 Mode
Akses Koneksi Wi-fi
5.1 Ad-Hoc
5.2 Infrastruktur
6 Keselamatan
7 Lihat
pula
8 Catatan
9 Catatan
kaki
10 Bacaan lanjutan
11 Pranala luar
Sejarah
Artikel utama: Sejarah IEEE
802.11
Sejarah teknologi 802.11 berawal
pada putusan Komisi Komunikasi Federal AS tahun 1985 yang merilis pita GSM
untuk pemakaian tanpa lisensi.[3] Pada tahun 1991, NCR Corporation bersama
AT&T menemukan pendahulu 802.11 yang ditujukan untuk sistem kasir. Produk-produk
nirkabel pertama berada di bawah nama WaveLAN.
Vic Hayes dijuluki "Bapak
Wi-Fi". Ia terlibat dalam perancangan standar pertama IEEE.[4][5]
Sejumlah besar paten oleh banyak
perusahaan memakai standar 802.11.[6] Pada tahun 1992 dan 1996, organisasi
Australia CSIRO mendapatkan paten untuk sebuah metode yang kelak dipakai di
Wi-Fi untuk menghapus gangguan sinyal.[7] Pada bulan April 2009, 14 perusahaan
teknologi setuju membayar $250 juta kepada CSIRO karena melanggar paten-paten
mereka.[8] Ini mendorong Wi-Fi disebut-sebut sebagai temuan Australia,[9] meski
hal ini telah menjadi topik sejumlah kontroversi.[10][11] CSIRO memenangkan
gugatan senilai $220 juta atas pelanggaran paten Wi-Fi tahun 2012 yang meminta
firma-firma global di Amerika Serikat membayar hak lisensi kepada CSIRO senilai
$1 miliar.[8][12][13]Tahun 1999, Wi-Fi Alliance dibentuk sebagai sebuah
asosiasi dagang untuk memegang merek dagang Wi-Fi yang digunakan oleh banyak
produk.[14]
Nama
Istilah Wi-Fi, pertama dipakai
secara komersial pada bulan Agustus 1999,[15] dicetuskan oleh sebuah firma
konsultasi merek bernama Interbrand Corporation. Wi-Fi Alliance mempekerjakan
Interbrand untuk menentukan nama yang "lebih mudah diucapkan daripada
'IEEE 802.11b Direct Sequence'".[16][17][18] Belanger juga mengatakan
bahwa Interbrand menciptakan Wi-Fi sebagai plesetan dari Hi-Fi (high fidelity);
mereka juga merancang logo Wi-Fi.
Wi-Fi Alliance membuat slogan
iklan asal-asalan "The Standard for Wireless Fidelity" dan sempat
menggunakannya sesaat setelah merek Wi-Fi diciptakan. Karena slogan tersebut,
orang-orang salah mengira bahwa Wi-Fi merupakan singkatan dari "Wireless
Fidelity" meski kenyataannya bukan.[16][19][20]
Logo yin-yang Wi-Fi menandakan
sertifikasi interoperabilitas suatu produk.[19]
Teknologi non-Wi-Fi yang
dibutuhkan untuk titik-titk tetap seperti Motorola Canopy biasanya disebut
nirkabel tetap. Teknologi nirkabel alternatif meliputi standar telepon genggam
seperti 2G, 3G, atau 4G.
Sertifikasi Wi-Fi
Lihat pula: Wi-Fi Alliance
IEEE tidak menguji peralatan
untuk memenuhi standar mereka. Badan nirlaba Wi-Fi Alliance didirikan tahun
1999 untuk mengisi celah ini — untuk menetapkan dan mendorong standar
interoperabilitas dan kompatibilitas mundur, serta mempromosikan teknologi
jaringan wilayah lokal nirkabel. Hingga 2010, Wi-Fi Alliance terdiri dari lebih
dari 375 perusahaan di seluruh dunia.[21][22] Wi-Fi Alliance mendorong
pemakaian merek Wi-Fi kepada teknologi yang didasarkan pada standar IEEE 802.11
dari Institute of Electrical and Electronics Engineers. Ini meliputi koneksi
jaringan wilayah lokal nirkabel (WLAN), konektivitas alat-ke-alat (seperti
Wi-Fi Peer to Peer atau Wi-Fi Direct), jaringan wilayah pribadi (PAN), jaringan
wilayah lokal (LAN), dan bahkan sejumlah koneksi jaringan wilayah luas (WAN) terbatas.
Perusahaan manufaktur dengan keanggotaan Wi-Fi Alliance, yang produknya
berhasil melewati proses sertifikasi, berhak menandai produk tersebut dengan
logo Wi-Fi.
Secara spesifik, proses
sertifikasi memerlukan pemenuhan standar radio IEEE 802.11, standdar keamanan
WPA dan WPA2, dan standar autentikasi EAP. Sertifikasi opsionalnya meliputi
pengujian standar draf IEEE 802.11, interaksi dengan teknologi telepon seluler
pada peralatan konvergen, dan fitur-fitur keamanan, multimedia, dan penghematan
tenaga.[23]
Tidak semua peralatan Wi-Fi
dikirim untuk mendapatkan sertifikasi. Kurangnya sertifikasi Wi-Fi tidak
berarti bahwa sebuah alat tidak kompatibel dengan alat Wi-Fi lainnya. Jika alat
tersebut memenuhi syarat atau setengah kompatibel, Wi-Fi Alliance tidak perlu
berkomentar terhadap penyebutannya sebagai sebuah alat Wi-Fi,[butuh rujukan]
meskipun secara teknis hanya alat yang bersertifikasi yang disetujui. Istilah
seperti Super Wi-Fi, yang dicetuskan oleh Komisi Komunikasi Federal (FCC) AS
untuk mendeskripsikan rencana jaringan pita TV UHF di Amerika Serikat, dapat
disetujui atau tidak.
Logo sinyal Wi-Fi
Penggunaan
Agar terhubung dengan LAN Wi-Fi,
sebuah komputer perlu dilengkapi dengan pengontrol antarmuka jaringan nirkabel.
Gabungan komputer dan pengontrol antarmuka disebut stasiun. Semua stasiun
berbagi satu saluran komunikasi frekuensi radio. Transmisi di saluran ini
diterima oleh semua stasiun yang berada dalam jangkauan. Perangkat keras tidak
memberitahu pengguna bahwa transmisi berhasil diterima dan ini disebut
mekanisme pengiriman terbaik. Sebuah gelombang pengangkut dipakai untuk
mengirim data dalam bentuk paket, disebut "bingkai Ethernet". Setiap
stasiun terus terhubung dengan saluran komunikasi frekuensi radio untuk
mengambil transmisi yang tersedia.
Akses Internet
Sebuah alat Wi-Fi dapat terhubung
ke Internet ketika berada dalam jangkauan sebuah jaringan nirkabel yang
terhubung ke Internet. Cakupan satu titik akses atau lebih (interkoneksi) —
disebut hotspot — dapat mencakup wilayah seluas beberapa kamar hingga beberapa
mil persegi. Cakupan di wilayah yang lebih luas membutuhkan beberapa titik
akses dengan cakupan yang saling tumpang tindih. Teknologi Wi-Fi umum luar
ruangan berhasil diterapkan dalam jaringan mesh nirkabel di London, Britania Raya.
Wi-Fi menyediakan layanan di
rumah pribadi, jalanan besar dan pertokoan, serta ruang publik melalui hotspot
Wi-Fi yang dipasang gratis atau berbayar. Organisasi dan bisnis, seperti
bandara, hotel, dan restoran, biasanya menyediakan hotspot gratis untuk menarik
pengunjung. Pengguna yang antusias atau otoritas yang ingin memberi layanan
atau bahkan mempromosikan bisnis di tempat-tempat tertentu kadang menyediakan
akses Wi-Fi gratis.
Router yang melibatkan modem
jalur pelanggan digital atau modem kabel dan titik akses WI-Fi, biasanya
dipasang di rumah dan bangunan lain, menyediakan akses Internet dan
antarjaringan ke semua peralatan yang terhubung dengan router secara nirkabel
atau kabel. Dengan kemunculan MiFi dan WiBro (router Wi-Fi portabel), pengguna bisa
dengan mudah membuat hotspot Wi-Fi-nya sendiri yang terhubung ke Internet
melalui jaringan seluler. Sekarang, peralatan Android, Bada, iOS (iPhone), dan
Symbian mampu menciptakan koneksi nirkabel.[24] Wi-Fi juga menghubungkan
tempat-tempat yang biasanya tidak punya akses jaringan, seperti dapur dan rumah
kebun.
Wi-Fi kota
Informasi lebih lanjut: Jarignan
nirkabel kota
Titik akses Wi-Fi terbuka
Pada awal 2000-an, banyak kota di
seluruh dunia mengumumkan rencana membangun jaringan Wi-Fi sekota. Contoh usaha
yang berhasil yaitu Mysore pada tahun 2004 menjadi kota Wi-Fi pertama di India
dan kedua di dunia setelah Jerusalem. Perusahaan WiFiyNet mendirikan beberapa
hotspot di Mysore, yang mencakup seluruh kota dan desa-desa sekitarnya.[25]
Tahun 2005, Sunnyvale,
California, menjadi kota pertama di Amerika Serikat yang menyediakan Wi-Fi
gratis dengan cakupan satu kota,[26] dan Minneapolis memperoleh penghasilan
$1,2 juta per tahunnya untuk penyedia jasanya.[27]
Pada bulan Mei 2010, Wali kota
London, Britania Raya, Boris Johnson berjanji akan membangun jaringan Wi-Fi
yang mencakup seluruh London tahun 2012.[28] Sejumlah borough, termasuk
Westminster dan Islington[29][30] sudah memiliki cakupan Wi-Fi terbuka yang
luas.
Para pejabat di ibu kota Korea
Selatan, Seoul, berusaha menyediakan akses Internet gratis di lebih dari 10.000
lokasi di seluruh kota, termasuk ruang terbuka publik, jalan utama, dan kawasan
permukiman padat penduduk. Seoul akan menyerahkan pengoperasiannya kepada KT,
LG Telecom dan SK Telecom. Perusahaan-perusahaan tersebut akan menginvestasikan
$44 juta untuk proyek ini, yang akan rampung tahun 2015.[31]
Wi-Fi kampus
Banyak kampus tradisional di
Amerika Serikat memiliki cakupan Internet Wi-Fi nirkabel yang
setengah-setengah. Carnegie Mellon University membangun jaringan Internet
sekampus pertama bernama Wireless Andrew di kampus Pittsburgh-nya tahun 1993
sebelum merek Wi-Fi muncul.[32][33][34]
Pada tahun 2000, Drexel
University di Philadelphia menjadi universitas besar pertama di Amerika Serikat
yang memiliki akses Internet nirkabel di seluruh kampusnya.[35]
Komunikasi langsung antarkomputer
Wi-Fi juga memungkinkan
komunikasi langsung dari satu komputer ke komputer lain tanpa melalui titik
akses. Ini disebut transmisi Wi-Fi ad hoc. Mode jaringan ad hoc nirkabel ini
dipopulerkan oleh konsol permainan genggam multipemain, seperti Nintendo DS,
Playstation Portable, kamera digital, dan peralatan elektronik konsumen
lainnya. Sejumlah alat juga dapat berbagi koneksi Internetnya menggunakan
ad-hoc, menjadi hotspot atau "router virtual".[36]
Sama halnya, Wi-Fi Alliance
mempromosikan sebuah spesifikasi bernama Wi-Fi Direct untuk transfer berkas dan
berbagi media melalui metodologi pencarian dan keamanan yang abru.[37] Wi-Fi
Direct diluncurkan bulan Oktober 2010.[38]
Spesifikasi
Wi-Fi dirancang berdasarkan
spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu:
802.11a
802.11b
802.11g
802.11n
Spesifikasi b merupakan produk
pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki
penjualan terbanyak pada 2005.
Spesifikasi Wi-Fi
Spesifikasi Kecepatan Frekuensi
Band Cocok
dengan
802.11b 11 Mb/s ~2.4 GHz b
802.11a 54 Mb/s ~5 GHz a
802.11g 54 Mb/s ~2.4 GHz b, g
802.11n 100 Mb/s ~2.4 GHz b, g, n
Di banyak bagian dunia, frekuensi
yang digunakan oleh Wi-Fi, pengguna tidak diperlukan untuk mendapatkan izin
dari pengatur lokal (misal, Komisi Komunikasi Federal di A.S.). 802.11a
menggunakan frekuensi yang lebih tinggi dan oleh sebab itu daya jangkaunya
lebih sempit, lainnya sama.
Versi Wi-Fi yang paling luas
dalam pasaran AS sekarang ini (berdasarkan dalam IEEE 802.11b/g) beroperasi
pada 2.400 GHz sampai 2.483,50 GHz. Dengan begitu mengijinkan operasi dalam 11
channel (masing-masing 5 MHz), berpusat di frekuensi berikut:
Channel 1 - 2,412 GHz;
Channel 2 - 2,417 GHz;
Channel 3 - 2,422 GHz;
Channel 4 - 2,427 GHz;
Channel 5 - 2,432 GHz;
Channel 6 - 2,437 GHz;
Channel 7 - 2,442 GHz;
Channel 8 - 2,447 GHz;
Channel 9 - 2,452 GHz;
Channel 10 - 2,457 GHz;
Channel 11 - 2,462 GHz
Secara teknis operasional, Wi-Fi
merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja
pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area network). Dengan kata
lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada
perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah
memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.
Teknologi internet berbasis Wi-Fi
dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada
Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar
teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi
sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan
Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).
Karena perangkat dengan standar
teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi
2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan
Medical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16
diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di
sekitar pita frekuensi 5 GHz.
Tingginya animo
masyarakat—khususnya di kalangan komunitas Internet—menggunakan teknologi Wi-Fi
dikarenakan paling tidak dua faktor. Pertama, kemudahan akses. Artinya, para
pengguna dalam satu area dapat mengakses Internet secara bersamaan tanpa perlu
direpotkan dengan kabel.
Konsekuensinya, pengguna yang
ingin melakukan surfing atau browsing berita dan informasi di Internet, cukup
membawa PDA (pocket digital assistance) atau laptop berkemampuan Wi-Fi ke
tempat di mana terdapat access point atau hotspot.
Menjamurnya hotspot di
tempat-tempat tersebut—yang dibangun oleh operator telekomunikasi, penyedia
jasa Internet bahkan orang perorangan—dipicu faktor kedua, yakni karena biaya
pembangunannya yang relatif murah atau hanya berkisar 300 dollar Amerika
Serikat.
Peningkatan kuantitas pengguna
Internet berbasis teknologi Wi-Fi yang semakin menggejala di berbagai belahan
dunia, telah mendorong Internet service providers (ISP) membangun hotspot yang
di kota-kota besar dunia.
Beberapa pengamat bahkan telah
memprediksi pada tahun 2006, akan terdapat hotspot sebanyak 800.000 di
negara-negara Eropa, 530.000 di Amerika Serikat dan satu juta di negara-negara
Asia.
Keseluruhan jumlah penghasilan
yang diperoleh Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dari bisnis Internet
berbasis teknologi Wi-Fi hingga akhir tahun 2003 diperkirakan berjumlah 5.4
trilliun dollar Amerika, atau meningkat sebesar 33 miliar dollar Amerika dari
tahun 2002 (www.analysys.com).
Wi-fi Hardware
Wi-Fi dalam bentuk PCI
Apabila komputer kita sudah
terpasang modem dan sudah terinstal drivernya, maka kita sudah bisa mulai
terhubung dengan internet dengan beberapa pilihan:
Melalui jaringan telepon secara langsung
(dial up).
Melalui jaringan GPRS GSM.
Melalui jaringan CDMA.
Melalui jaringan Wifi.
Dengan jaringan TV Kabel.
ISDN dan ADSL.
Wireless network adapter
Agar komputer bisa terhubung
dengan suatu jaringan atau network, berarti komputer tersebut membutuhkan suatu
alat khusus. Alat khusus yang dirancang untuk mengubah, mengirim, dan menerima
data, dari dan ke jaringan. Alat ini biasa di sebut dengan Network Adapter.
Agar komputer bisa menangkap, mengenali, mengirim, dan menerima data, ke dan
dari jaringan tanpa kabel/nirkabel alias wireless network, berarti komputer
tersebut membutuhkan wireless network adapter. Didalam wireless adapter,
terdapat transmitter yang berfungsi untuk mengirimkan sinyal radio, dan
receiver yang berfungsi untuk menerima gelombang atau sinyal. Ada banyak jenis,
tipe, merek, dan bentuk wireless adapter. Kemampuan, kelebihan, kekurangan, dan
kualitas juga beda-beda.
Hampir semua laptop keluaran baru
memiliki modul wireless adapter pada mini PC Cardnya, wireless internal adapter
built-in. Modul ini di tempatkan secara langsung di motherboard. Laptop-laptop
yang menyertakan modul wireless adapter di motherboardnya, umumnya menyertakan
tombol untuk menghidupkan dan mematikan fungsi ini.
Wireless adapter umumnya di
tempatkan pada salah satu dari port input/output (I/O port) di komputer.
Misalnya pada expansion card slot, atau pada socket yang terdapat pada
motherboard, atau pada socket PCMCIA, atau juga pada socket USB. Wireless
adapater yang berbentuk PC Card biasanya paling cocok untuk PC. Sedang USB
adapter, bisanya paling pas untuk laptop.
Hardware Wi-Fi yang ada di
pasaran saat ini ada berupa :
PCI
USB
PCMCIA
Compact Flash
Wi-fi dalam bentuk USB
WiFi repeater dan extender
Di dalam dunia jaringan komputer
wireless, selain router dan access point ada juga yang disebut dengan wireless
repeater. Wireless repeater/amplifier adalah sebuah perangkat jaringan yang
berfungsi untuk memperkuat sinyal yang keluar dari router atau access point.
Jadi jika sinyal yang keluar dari router atau access point dirasakan kurang
kuat di suatu area di dalam rumah atau gedung kantor anda dikarenakan jaraknya
atau banyaknya hal-hal yang mengganggu kualitas sinyal, anda bisa menggunakan
wireless repeater ini untuk memperkuat sinyalnya.
Wireless range extender dan
wireless repeater fungsinya sama-sama memperkuat sinyal, tapi wireless range
extender ini memiliki kekurangan dibandingkan wireless repeater karena sinyal
yang dipancarkannya ditampilkan dengan nama network yang berbeda. Jadi jika
anda sedang berada di luar jangkauan dari sinyal asli yang keluar dari router
atau access point, maka anda harus konek lagi ke jaringan dengan nama network
yang berbeda. Bentuk fisik umumnya jenis outdoor atau indoor, mini stick atau
plug-in dengan jangkauan antena yang berbeda pula.
Antena WiFi
Secara umumnya, fungsi dari
antena WiFi adalah untuk menerima sekaligus menyalurkan sinyal WiFi ke gadget,
laptop, maupun komputer. Seiring dengan perkembangan teknologi, kini telah ada
beberapa jenis antena WiFi sesuai kebutuhan.
Antena Grid. Secara fisik, bentuk
dari antena ini seperti jaring parabolic. Sayangnya, cakupan dari antena ini
hanya searah. Selain itu, dibutuhkan antena pemancar yang diletakkan di tempat
lain agar antena ini dapat menangkap sinyal WiFi. Saat antena grid diletakkan
mengarah pada antena pemancar maka diperoleh sinyal yang kuat. Adapun fungsi
dari antena grid adalah menerima sekaligus mengirimkan sinyal data yang
diperolehnya dengan menggunakan sistem gelombang radio. Ada dua frekuensi dari
sistem gelombang radio yang digunakan pada antena ini, yaitu 2.4 GHz dan 5 GHz.
Antena Omni. Untuk antena jenis
ini, bentuknya mirip tongkat dengan ukuran lebih kecil. Dibandingkan antena
grid, cakupan antena omni lebih luas dan menyebar ke semua arah dengan
membentuk semacam lingkaran. Namun, meskipun cakupannya cukup luas,
jangkauannya tetaplah pendek. Biasanya, antena ini digunakan oleh
sekolah-sekolah, supermarket, perkantoran, bahkan warung tenda yang menyediakan
WiFi.
Antena Sectoral Jenis antena
pemancar wifi yang mirip dengan antena omni ini mampu menampung 5 klien
sekaligus. Antena ini mempunyai cakupan yang tidak begitu luas, namun mampu
menjangkau jarak lebih jauh. Pada umumnya, antena ini dipasang secara vertikal
dengan sectoral sudut hingga 120 derajat. Namun, tak jarang juga yang
memasangnya secara horisontal. Antena sectoral ini biasanya digunakan oleh
tower GSM HP.
Antena Yagi. Prinsip kerja dari
jenis antena pemancar wifi yang mempunyai bentuk seperti susunan tulang ikan
ini hampir sama dengan antena grid. Cakupan yang dimilikinya hanya searah
sehingga harus diarahkan pada antena pemancar di tempat lain. Perbedaan
mencolok antara antena yagi dan grid terletak pada bentuk dan penggunaannya.
Tidak seperti antena grid, antena yagi terdiri dari tiga bagian, yaitu driven,
reflector, dan director. Antena yagi juga sangat jarang digunakan dalam sebuah
jaringan.
Antena PVC. Jenis antena pemancar
wifi ini terbuat dari pipa PVC yang dilapisi alumunium foil. Tak heran jika
antena ini tidak akan berkarat meskipun dipasang di luar ruangan. Keunggulan
lainnya adalah tahan terhadap berbagai cuaca serta mudah saat dipasang.
Sayangnya, antena ini hanya bisa mencakup sinyal dalam jarak dekat, sekitar 200
hingga 300 meter saja.
Antena 8 Quad. Pada dasarnya,
jenis antena pemancar wifi ini merupakan bagian dari antena sectoral. Sebab,
pola radiasinya masih dalam satu arah jika dibuat sudut arah yang lebar.
Biasanya, antena ini sering digunakan untuk antena access point saat klien
berada di sebuah area.
Antena Wajan Bolic. Sesuai namanya,
jenis antena pemancar wifi mirip parabola, di mana bahan untuk parabolic
discnya menggunakan wajan. Antena ini digunakan untuk memperkuat sinyal yang
berasal dari hotspot dengan jarak jauh dan susah ditangkap USB wireless
adapter.
Mode Akses Koneksi Wi-fi
Ada 2 mode akses koneksi Wi-fi,
yaitu
Ad-Hoc
Mode koneksi ini adalah mode di
mana beberapa komputer terhubung secara langsung, atau lebih dikenal dengan
istilah Peer-to-Peer. Keuntungannya, lebih murah dan praktis bila yang
terkoneksi hanya 2 atau 3 komputer, tanpa harus membeli access point.
Infrastruktur
Menggunakan Access Point yang
berfungsi sebagai pengatur lalu lintas data, sehingga memungkinkan banyak
Client dapat saling terhubung melalui jaringan (Network).
Keselamatan
Informasi lebih lanjut: Peralatan
elektronik nirkabel dan kesehatan
World Health Organization (WHO)
menyatakan, "tidak ada risiko setelah terpapar jaringan wi-fi tingkat
rendah dan jangka panjang," dan United Kingdom Health Protection Agency
melaporkan bahwa terpapar Wi-Fi selama setahun "sama seperti terpapar
radiasi dari panggilan telepon genggam selama 20 menit".[39][40]
Sejumlah kecil pengguna Wi-Fi
telah melaporkan masalah kesehatan setelah berkali-kali terpapar dan memakai
Wi-Fi,[41] meski belum ada publikasi mengenai dampak apapun dalam studi buta
rangkap. Sebuah studi yang melibatkan 725 orang penderita hipersensitivitas
elektromagnetik mengaku tidak menemukan bukti atas klaim mereka.[42]
Sebuah studi berspekulasi bahwa
"laptop (mode Wi-Fi) di pangkuan dekat buah zakar dapat menurunkan
fertilitas pria".[43] Studi lainnya menemukan memori kerja yang menurun di
kalangan pria saat terpapar Wi-Fi.[44]
DSL (Digital Subsciber Line)
merupakan penyedia layanan internet dengan menggunakan teknologi kabel telepon
yang memanfaatkan lebih banyak frekuensi dalam penyampaian informasi, dengan
membagi bandwidth (splitting): frekuensi lebih tinggi untuk data dan frekuensi
yang lebih rendah untuk suara dan fax.
1. ADSL (Asymmetric Digital Subscribers
Line)
ADSL (Asymmetric Digital
Subscribers Line) atau kebalikannya SDSL/DSL (Symmetric Digital Subscribers
Line) adalah terminologi suatu penyedia layanan akses internet atau ISP melalui
kabel tembaga (kabel telepon) yang dapat mentransmisikan data dengan cepat yang
tinggi dan memiliki sifat asimetrik, sifat asimetrik maksudnya bahwa data
ditransferkan dengan kecepatan berbeda dari satu sisi ke sisi lainnya..
Perbedaannya yang mendasar adalah pada kecepatan download dan upload, atau
dengan kata lain kecepatan data dari dan menuju komputer Anda per detiknya.
Kelebihan menggunakan ADSL ini
adalah,
-Memungkinkan terjadinya
komunikasi voice, data dan video secara bersamaan dalam satu pair jaringan
akses tembaga
- Asimetrik, karena
bandwidth/kecepatan transmisi dari sentral ke arah pelanggan (downstream) tidak
sama dengan kecepatan transmisi dari pelanggan ke sentral (upstream)
- Bit rate downstream 8
Mbps, upstream 640 kbps
Beberapa kekurangan darri ADSL adalah,
-Terdapat bridge tap yang
merupakan kabel tidak berada pada jalur langsung antara pelanggan dengan CO.
Jadi bridge tap dapat menimbulkan noise yang nantinya dapat mengganggu kinerja
dari ADSL.
- Kecepatan koneksi modem
ADSL hingga saat ini masih sangat tergantung dengan tiang telepon atau DSLAM
dan tidak semua sistem operasi komputer dapat menggunakan ADSL.
- Jarak dapat berpengaruh
pada kecepatan pengiriman data. Semakin jauh jarak antara modem dengan komputer
atau saluran telepon dengan gardu telepon, maka akan berpengaruh pada kecepatan
dalam menakses internet.
- Adanya load coils yang
digunakan untuk memberi layanan ke plosok-plosok daerah, sehingga load coils
akan menggeser frekwensi suara ke frekwensi yang biasanya digunakan ADSL. Hal
ini dapat mengakibatkan terjadinya interfensi maupun ketidak cocokan jalur pada
ADSL.
- Karena seiring
berkembangnya jaman penggunaan kabel fiber optik pada saluran telepon digital
sudah mulai digunakan. Hal ini tidak sesuai dengan sistem teknologi ADSL yang
masih menggunakan saluran analog (kabel tembaga), sehingga pada saat ini masih
cukup sulit mengirimkan sinyal melalaui kabel fiber optik.
2. SDSL (Symmetric Digital Subscriber
Line)
SDSL (Symmetric Digital
Subscriber Line) adalah layanan akses Internet kecepatan tinggi dengan
pencocokan upstream dan downstream kecepatan data. Artinya, data dapat dikirim
ke Internet dari mesin klien atau diterima dari Internet dengan ketersediaan
bandwidth yang sama di kedua arah. Dari fitur ini kita bisa tahu bahwa layanan
ini sangat baik dari segi kecepatan.
SDSL menggunakan frekuensi
digital dalam perjalanan lintas telepon untuk mengirim dan menerima data. Bila
menggunakan saluran telepon untuk SDSL, line telepon dan faks harus dihentikan.
Oleh karena itu line khusus, atau tambahan diperlukan untuk layanan SDSL. Ini
berbeda dari ADSL, yang “menyisakan ruang” untuk kedua peralatan telepon analog
standar dan sinyal digital, sehingga seseorang dapat berbicara di telepon atau
menggunakan mesin fax saat online.
Layanan SDSL adalah layanan
“always on”, yang berarti bahwa komputer ini aktif terhubung ke Internet. Jika
komputer aktif, koneksi internet akan terus aktif. SDSL memerlukan layanan
modem SDSL, biasanya diberikan oleh penyedia layanan Internet. Modem SDSL
kemungkinan akan membutuhkan same-vendor peralatan di LAN, DSL atau chipset.
Layanan SDSL biasanya digunakan
oleh beberapa perusahaan besar yang membutuhkan Web, VPN, extranet atau
intranet. Sehingga dalam kasus ini server klien mungkin diperlukan untuk
mengupload sejumlah data yang besar ke internet secara teratur. Bila
dibandingkan dengan ADSL, akan lambat dan tidak memadai karena bandwith yang
tersedia kurang dari 1 mbps, sedangkan SDSL bisa setinggoi 7 mps di kedua arah.
Keuntungan dari layanan SDSL
adalah:
Bandwith yang di salurkan antara
kecepatan upload dan download akan sama sesuai paket layanan yang dipilih oleh
pengguna
Delay rendah
Tak bergantung dan tidak
berpengaruh pada saluran telepon yang ada
Sistem point to point antara ISP
dengan pelanggan, maka secara teknis bandwith tidak terbagi
Kekurangan dari SDSL :
Kabel bisa diputus orang lain
Modemnya lebih mahal dari ADSL
Hanya bisa digunakan pada saluran sepanjang 10 kft
Jika tidak memakai sistem anti petir yang baik, maka modem akan boros
karena terkena petir terus-menerus.
Comments
Post a Comment